Seputar Jepang

Iyashi No Sato, Desa Wisata di Kaki Gunung Fuji

Iyashi no Sato adalah sebuah desa wisata yang terletak di Kaki Gunung Fuji, sebelah barat Danau Saiko.

Salah satu danau yang mengelilingi gunung Fuji. Atau lebih tepatnya terletak di Saiko, Fujikawaguchiko-machi, Minamitsuru-gun, Yamanashi. Di Iyashi no Sato atau disebut juga Nenba Hama, kita akan menjumpai lebih dari 20 rumah atau bangunan tradisional Jepang dengan dinding dan atap terbuat dari anyaman bambu dan jerami.

Sejarah Iyashi no Sato

Pada mulanya desa ini banyak penghuninya dan sudah dikenal dengan rumah tradisional dari zaman Edo. Namun pada tahun 1966, Iyashi no Sato dilanda badai topan dan tanah longsor yang  meluluh-lantakan desa ini sehingga para penduduk pun pergi meninggalkan desa ini. Empat puluh tahun kemudian, tempat ini dibangun kembali untuk menghidupkan kembali rumah tradisonal Jepang yang beratap jerami.

Pada tahun 2006, tempat ini dibuka kembali tetapi bukan untuk dihuni melainkan dipindah fungsikan menjadi museum, galeri kerajinan tradisioanal Jepang, juga tempat untuk mengadakan upacara-upacara tradisional Jepang lainnya seperti zaman dahulu yang disesuaikan dengan musim.

Baca juga: Oshino Hakkai Mata Air Gunung Fuji

Bentuk atapnya menggambarkan penutup kepala yang biasa dipakai oleh para samurai atau helm samurai atau disebut juga dengan gaya Kabuto-zukuri. Saat ini, rumah – rumah di Iyashi no Sato difungsikan sebagai museum, galeri yang menampilkan kerajinan dan kesenian khas Jepang, restoran, serta toko. Karena sudah tidak dihuni lagi. Rumah – rumah ini tersusun berjajar dan semakin masuk ke dalam akan terlihat semakin tinggi bangunannya, dilengkapi juga dengan adanya pemandangan yang megah gunung Fuji di belakangnya.

Di Iyashi no Sato ada salah satu rumah yang merupakan tempat penyewaan baju tradisional khas Jepang yaitu kimono atau yoroi dengan harga 500 Yen. Kita juga bisa berfoto dengan menggunakan kimono ini dengan latar belakang gunung Fuji. Selain itu, kita bisa mengelilingi desa ini dengan menggunakan kimono/Yukata. Selain dapat berkeliling desa menggunakan yukata/kimono, teman-teman juga dapat mempelajari beberapa budaya tradisional Jepang seperti Chanoyu (Upacara Minum Teh), cara membuat tembikar, cara membuat kertas washi dari kulit pohon, dll.

 

Cara menuju Iyashi no Sato

Melalui Shinjuku Station, bisa menggunakan kereta ekspress ke arah Kofu lalu turun di Stasiun Otsuki, transit menggunakan kereta Fuji ekspress berhenti di Stasiun Kawaguchiko. Dengan ongkos 3.400 Yen. Lalu naik bus Retro Saiko atau Aokigahara Line dan turun di halte bus Iyashinosato Nenba, dengan ongkos 630 Yen. Bisa juga menggunakan bus ekspres dari terminal bus ekspres di Shinjuku Station atau Bandara Haneda.

Jam Operasional

Iyashi no Sato ini buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 17.00. Sedangkan di musim dingin dari pukul 09.30 hingga 16.30. Untuk tiket masuk seharga 350 Yen untuk dewasa dan 150 Yen untuk anak-anak.