Seputar Jepang

Topan Jebi Menyapu Bandara Kansai

Topan Jebi

Topan Jebi menghantam akses jalan dari bandara yang berada di tengah laut itu.

Akibatnya, kapal-kapal feri dikerahkan untuk mengangkut calon penumpang pesawat. Hingga saat ini dilaporkan 10 orang tewas dalam topan yang terkuat dalam 25 tahun terakhir itu. Topan tersebut menghantam kota Osaka yang membuat kehancuran infrastruktur dan rumah warga.

Kekuatan Angin

Kekuatan Angin yang mencapai 216 kilometer per jam telah merobek atap, menumbangkan truk di jembatan dan menyapu kapal tanker berkapasitas 2.500 ton ke jembatan yang mengarah ke Bandara Kansai. Angin dengan kecepatan hingga 209 kilometer per jam Selasa sore menyapu bandara Kansai, di mana salah satu dari dua landasan pacu dan lantai bawah tanah gedung banjir dan sekitar 3.000 orang terdampar, menurut pemerintah setempat.

Pemadaman Listrik

Hujan deras juga menyebabkan pemadaman listrik sementara yang terjadi kepada sekitar 1,61 juta rumah di Kansai dan 95.000 di Shikoku. Aset budaya seperti kuil kuno di Kyoto, Nara dan Shiga juga rusak akibat angin topan tersebut. Kerusakan jembatan itu menyebabkan pulau buatan itu terputus. Dalam waktu semalam, 3.000 wisatawan dan staf dievakuasi dari bandara tesebut. Landasan pacu juga dibanjiri air saat gelombang tinggi masuk ke fasilitas itu pada Selasa, merobohkan listrik dan membanjiri bangunan.

 

Topan Jebi menjadi topan pertama yang dikategorikan Sangat Kuat oleh lembaga cuaca yang melintasi pulau-pulau utama Jepang sejak tahun 1993 silam, ketika topan kuat lainnya menewaskan 48 orang. Sejak pukul 8 malam kemarin, Topan Jebi melakukan perjalanan dengan kecepatan 75 kilometer per jam di atas laut di Pulau Sado, dan membawa angin hingga 180 kilometer per jam dengan tekanan atmosfer 970 hektopascal di pusatnya.

Kunjungan Pejabat

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe terpaksa membatalkan rencana kunjungannya ke prefektur di barat daya Jepang pada hari Selasa lalu. Badan Cuaca Jepang mengatakan topan tersebut diperkirakan akan melakukan perjalanan ke daerah barat Hokkaido dan melemah menjadi topan ekstratropis pada Rabu pagi.

(Featured Image : NDTV.com)

Source : mainichi.jp