Jepang memiliki banyak tempat wisata bersejarah yang menarik untuk dikunjungi. Saat berjalan-jalan di Tokyo, Kyoto, Osaka, atau kota lainnya, Anda mungkin akan menemukan bangunan tradisional dengan arsitektur yang indah dan suasana yang tenang.
Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa ada tempat yang disebut shrine dan ada yang disebut temple?
Bagi wisatawan yang baru pertama kali berkunjung ke Jepang, keduanya mungkin terlihat hampir sama. Sama-sama memiliki bangunan tradisional, tempat untuk berdoa, dan sering menjadi destinasi wisata populer.
Padahal, shrine dan temple berasal dari dua agama yang berbeda dan memiliki tradisi serta cara berkunjung yang tidak sama.
Memahami perbedaannya akan membuat perjalanan Anda ke Jepang menjadi lebih menarik. Anda tidak hanya mengunjungi tempat wisata, tetapi juga dapat memahami sedikit tentang sejarah dan budaya masyarakat Jepang.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan shrine dan temple di Jepang?
Apa Itu Shrine di Jepang?
Shrine atau dalam bahasa Jepang disebut jinja merupakan tempat ibadah yang berkaitan dengan agama Shinto.
Shinto adalah kepercayaan asli Jepang yang telah berkembang sejak zaman dahulu. Dalam kepercayaan Shinto, terdapat konsep kami, yaitu roh atau entitas spiritual yang dapat ditemukan dalam berbagai unsur alam dan kehidupan.
Karena itu, shrine sering kali memiliki hubungan erat dengan alam.
Anda dapat menemukan shrine di tengah kota, di dalam hutan, di atas gunung, bahkan di dekat laut.
Salah satu ciri khas shrine yang paling mudah dikenali adalah keberadaan torii.
Torii merupakan gerbang tradisional yang menandai pintu masuk menuju kawasan suci shrine.
Apa Itu Temple di Jepang?
Berbeda dengan shrine, temple atau dalam bahasa Jepang disebut tera atau ji, merupakan tempat ibadah agama Buddha.
Agama Buddha masuk ke Jepang dari luar negeri dan kemudian berkembang bersama budaya lokal selama berabad-abad.
Temple biasanya memiliki bangunan utama yang digunakan untuk kegiatan keagamaan dan sering kali memiliki patung Buddha atau berbagai simbol yang berkaitan dengan ajaran Buddha.
Beberapa temple juga memiliki pagoda, taman tradisional, lonceng besar, dan bangunan bersejarah lainnya.
Temple Buddha dapat ditemukan hampir di seluruh Jepang, tetapi Kyoto menjadi salah satu kota yang terkenal dengan banyaknya kuil Buddha bersejarah.
Perbedaan Shrine dan Temple yang Paling Mudah Dikenali
Cara paling mudah untuk membedakan keduanya adalah dengan melihat beberapa ciri khas.
Shrine Identik dengan Torii
Jika Anda melihat sebuah gerbang besar berwarna merah atau kayu yang berdiri di pintu masuk kawasan suci, kemungkinan besar Anda sedang memasuki sebuah shrine.
Gerbang tersebut disebut torii.
Tidak semua torii berwarna merah. Ada juga yang terbuat dari kayu dengan warna alami atau menggunakan warna lain.
Namun, keberadaan torii merupakan salah satu petunjuk paling mudah untuk mengenali shrine.
Temple Biasanya Memiliki Gerbang dan Patung Buddha
Temple umumnya memiliki gerbang masuk yang besar, tetapi bentuknya berbeda dengan torii.
Di dalam kompleks temple, Anda juga dapat menemukan berbagai patung Buddha dan bangunan yang digunakan untuk kegiatan keagamaan.
Beberapa temple memiliki pagoda bertingkat yang menjadi salah satu ciri khas arsitektur Buddha di Jepang.
Shrine dan Temple Sama-Sama Bisa Menjadi Tempat Wisata
Walaupun memiliki fungsi keagamaan, shrine dan temple juga menjadi destinasi wisata yang sangat populer.
Banyak wisatawan datang untuk menikmati:
- Arsitektur tradisional Jepang.
- Sejarah dan budaya.
- Taman yang indah.
- Pemandangan alam.
- Festival tradisional.
- Suasana yang tenang.
Beberapa tempat bahkan menjadi ikon kota dan selalu masuk dalam itinerary wisatawan.
Misalnya, Sensoji di Asakusa menjadi salah satu destinasi populer di Tokyo, sementara Fushimi Inari Taisha terkenal dengan deretan torii merahnya di Kyoto.
Mengunjungi tempat-tempat seperti ini bisa menjadi cara yang menarik untuk mengenal Jepang lebih dekat.
Contoh Shrine Terkenal di Jepang
Jepang memiliki banyak shrine yang menarik untuk dikunjungi.
Fushimi Inari Taisha, Kyoto
Salah satu shrine paling terkenal di Jepang.
Daya tarik utamanya adalah ribuan torii berwarna merah yang membentuk jalur menuju kawasan Gunung Inari.
Pemandangan torii yang berjejer di sepanjang jalur menjadi salah satu ikon wisata Jepang yang paling dikenal di dunia.
Meiji Jingu, Tokyo
Terletak di tengah kawasan Tokyo yang sangat modern, Meiji Jingu menawarkan suasana yang jauh lebih tenang.
Untuk mencapai area utama shrine, pengunjung harus berjalan melewati kawasan hutan yang luas.
Perpaduan antara alam dan kehidupan metropolitan membuat tempat ini menjadi salah satu destinasi menarik untuk dikunjungi saat berada di Tokyo.
Itsukushima Shrine, Hiroshima
Shrine ini terkenal karena torii besar yang berdiri di atas air.
Saat air laut sedang pasang, torii tersebut terlihat seolah-olah mengapung di laut.
Pemandangan ini menjadi salah satu panorama paling ikonik di Jepang.
Contoh Temple Terkenal di Jepang
Selain shrine, Jepang juga memiliki banyak temple bersejarah.
Sensoji, Tokyo
Sensoji merupakan salah satu temple paling terkenal di Tokyo dan berada di kawasan Asakusa.
Gerbang Kaminarimon dengan lentera merah berukuran besar menjadi salah satu landmark yang paling mudah dikenali.
Area Nakamise-dori di depan temple juga dipenuhi toko dan stan yang menjual berbagai makanan serta suvenir.
Kiyomizu-dera, Kyoto
Temple yang berada di kawasan perbukitan Kyoto ini terkenal dengan bangunan kayu dan pemandangan kota dari ketinggian.
Saat musim semi dan musim gugur, kawasan di sekitar Kiyomizu-dera menjadi semakin indah karena perubahan warna alam.
Todai-ji, Nara
Todai-ji terkenal karena memiliki salah satu patung Buddha besar yang sangat mengesankan.
Bangunan utamanya juga dikenal sebagai salah satu struktur kayu bersejarah yang sangat besar.
Mengunjungi Todai-ji dapat menjadi pengalaman menarik bagi wisatawan yang ingin melihat perpaduan antara sejarah, arsitektur, dan budaya Buddha di Jepang.
Apakah Shrine dan Temple Bisa Berada di Tempat yang Sama?
Jawabannya adalah bisa.
Sejarah agama di Jepang cukup kompleks. Selama berabad-abad, tradisi Shinto dan Buddha bahkan hidup berdampingan dan saling memengaruhi.
Karena itu, dalam beberapa kompleks keagamaan atau kawasan bersejarah, Anda mungkin menemukan unsur-unsur yang berkaitan dengan kedua tradisi tersebut.
Hubungan antara Shinto dan Buddha di Jepang juga mengalami perubahan sepanjang sejarah.
Jadi, jangan heran jika Anda menemukan tempat yang memiliki sejarah panjang dan hubungan dengan kedua tradisi keagamaan tersebut.
Apa yang Harus Diperhatikan Saat Mengunjungi Shrine dan Temple?
Sebagai wisatawan, Anda tentu boleh mengunjungi shrine dan temple.
Namun, perlu diingat bahwa tempat-tempat tersebut tetap merupakan lokasi ibadah.
Ada beberapa etika sederhana yang sebaiknya diperhatikan.
Berpakaian dengan Sopan
Tidak selalu ada aturan berpakaian yang ketat, tetapi sebaiknya gunakan pakaian yang sopan dan nyaman.
Jika mengunjungi tempat yang memiliki aturan khusus, ikuti petunjuk yang tersedia.
Jangan Berisik
Hindari berbicara terlalu keras atau mengganggu orang yang sedang beribadah.
Jangan Sembarangan Mengambil Foto
Beberapa area mungkin tidak memperbolehkan fotografi.
Jika terdapat tanda larangan mengambil foto, sebaiknya hormati aturan tersebut.
Jangan Menginjak Area yang Dilarang
Beberapa bagian kawasan shrine atau temple mungkin dianggap sebagai area suci atau hanya diperuntukkan bagi kegiatan tertentu.
Selalu perhatikan papan petunjuk dan pembatas yang tersedia.
Bagaimana dengan Omikuji dan Omamori?
Saat mengunjungi shrine atau temple, Anda mungkin akan menemukan berbagai benda tradisional yang menarik perhatian wisatawan.
Salah satunya adalah omikuji, yaitu kertas ramalan keberuntungan.
Pengunjung dapat mengambil satu omikuji dan membaca keberuntungan yang tertulis di dalamnya.
Jika mendapatkan ramalan yang kurang baik, beberapa orang akan mengikatnya di tempat yang telah disediakan.
Ada juga omamori, yaitu jimat keberuntungan yang biasanya dibawa sebagai simbol perlindungan atau doa untuk tujuan tertentu.
Omamori dapat memiliki berbagai jenis, misalnya untuk kesehatan, keselamatan perjalanan, pendidikan, atau keberuntungan.
Namun, perlu diingat bahwa makna dan penggunaan benda-benda tersebut merupakan bagian dari tradisi keagamaan dan budaya. Sebaiknya perlakukan dengan hormat dan jangan hanya menganggapnya sebagai suvenir biasa.
Mengapa Anda Wajib Mengunjungi Shrine atau Temple Saat ke Jepang?
Mengunjungi shrine atau temple memberikan pengalaman yang berbeda dari sekadar mengunjungi tempat wisata modern.
Di tengah kota yang penuh gedung tinggi, kereta cepat, dan teknologi canggih, Anda dapat menemukan tempat yang tenang dan memiliki sejarah panjang.
Anda juga dapat melihat bagaimana tradisi lama tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jepang modern.
Bagi wisatawan, pengalaman ini dapat memberikan perspektif baru tentang Jepang.
Anda akan menyadari bahwa Jepang bukan hanya tentang Tokyo yang modern, anime, teknologi, atau kuliner.
Ada sejarah, kepercayaan, tradisi, dan budaya yang telah berkembang selama ratusan bahkan ribuan tahun.
Tips Memasukkan Shrine dan Temple ke Dalam Itinerary Jepang
Jika Anda baru pertama kali ke Jepang, tidak perlu mengunjungi terlalu banyak shrine dan temple sekaligus.
Pilih beberapa tempat yang sesuai dengan rute perjalanan Anda.
Saat berada di Tokyo, Anda dapat mengunjungi Sensoji dan Meiji Jingu.
Jika perjalanan berlanjut ke Kyoto, Anda dapat memilih Fushimi Inari Taisha dan Kiyomizu-dera.
Sementara jika memiliki waktu untuk mengunjungi Nara, Todai-ji dapat menjadi salah satu destinasi yang menarik.
Dengan memilih tempat yang sesuai dengan rute, Anda dapat menikmati perjalanan dengan lebih santai tanpa harus berpindah tempat terlalu cepat.
Jelajahi Budaya Jepang Bersama TJM
Salah satu hal menarik dari perjalanan ke Jepang adalah kesempatan untuk melihat langsung perpaduan antara kehidupan modern dan tradisi yang masih terjaga.
Bersama TourJepangMurah (TJM), Anda dapat menjelajahi berbagai destinasi populer di Jepang sekaligus mengenal sisi budaya yang membuat Negeri Sakura begitu istimewa.
Mulai dari shrine dengan gerbang torii yang ikonik, temple bersejarah, hingga kawasan tradisional dengan suasana khas Jepang, setiap tempat memiliki cerita dan pengalaman yang berbeda.
Dengan itinerary yang terencana, Anda dapat menikmati perjalanan dengan lebih nyaman dan fokus menikmati setiap momen selama berada di Jepang.
Kesimpulan
Perbedaan shrine dan temple di Jepang sebenarnya cukup mudah dipahami.
Shrine atau jinja berkaitan dengan agama Shinto, sementara temple atau tera dan ji berkaitan dengan agama Buddha.
Ciri paling mudah dikenali adalah keberadaan torii yang biasanya menjadi pintu masuk shrine, sementara temple lebih sering memiliki bangunan dan simbol yang berkaitan dengan agama Buddha.
Keduanya sama-sama memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat penting bagi Jepang.
Jadi, saat berkunjung ke Jepang, jangan hanya datang untuk berfoto. Luangkan waktu untuk memahami tempat yang Anda kunjungi dan menghormati tradisi yang ada.
Dengan begitu, perjalanan Anda tidak hanya menjadi liburan biasa, tetapi juga kesempatan untuk mengenal budaya Jepang secara lebih dekat.
Sudah siap menemukan perbedaan shrine dan temple secara langsung saat liburan ke Jepang bersama TJM?